Review RevenueHits – Jaringan Periklanan CPM Untuk Trafik Global

RevenueHits [dot] com merupakan salah satu ad network CPM terpopuler. RevenueHits mengklaim dirinya tidak sebagus Google AdSense, namun ia merasa sebagai alternatif terbaik Google AdSense. Jauh hari sebelum kemunculan PropellerAds, adnety atau adnow, RevenueHits sebenarnya sudah eksis terlebih dulu. Saya sendiri sudah mengenal RevenueHits sekitar 2012 silam, bahkan pada saat itu saya sudah membuat akun publisher RevenueHits. Namun, saya tidak serta-merta fokus pada jaringan periklanan yang satu ini karena pada saat itu hasil pengujian saya jauh dari espektasi.

Sekilas Tentang RevenueHits

RevenueHits adalah jaringan periklanan online berbasis CPM yang menawarkan beberapa format iklan, seperti pop-under, banner, shadow box, slider, footer, dan juga iklan untuk perangkat mobile. RevenueHits membantu penerbit untuk menghasilkan lebih banyak pendapatan dengan sistem Kontekstual.

Jaringan iklan inovatif RevenueHits dirancang untuk membantu penerbit bisa menguangkan aset online mereka, termasuk toolbar, website, pencarian, widget, aplikasi IM dsb.

RevenueHits dimiliki dan dioperasikan oleh Intango Ltd. Perusahaan periklanan yang didirikan pada 2008 silam oleh tim profesional teknologi berpengalaman, ahli keuangan dan para online marketer sukses.

Keberadaan RevenueHits Bagi Publisher Indonesia

Meski RevenueHits tidak pernah sepopuler Google AdSense, namun tidak sedikit juga para pengelola blog di Tanah Air yang memilih RevenueHits untuk menguangkan blog mereka. Seiring dengan berjalannya waktu, kini RevenueHits menjelma sebagai salah satu jaringan periklanan online terpopuler.

Meski pada umumnya blogger lebih tertarik untuk membicarakan kisah sukses publisher AdSense, namun diluar itu tidak sedikit juga blogger yang mengulas tentang RevenueHits. Dari beberapa referensi yang saya baca, sebagian blogger merasa puas dengan income yang didapatnya dari RevenueHits, dan sebagian lagi lebih tertarik untuk menggunakan ad network lain.

Review RevenueHits Berdasarkan Studi Kasus

Seperti saya sebutkan diatas, saya mengenal RevenueHits pada 2012, namun saya tidak langsung secara aktif menggunakannya hingga pada bulan Agustus lalu saya kembali ingin mencoba memasang iklan RevenueHits dibeberapa blog milik saya dengan maksud ingin memastikan apakah pengalaman saya kali ini akan lebih baik dari sebelumnya.

Sesuai panduan teknis yang diberikan tim RevenueHits, iklan RevenueHits baru akan bekerja dengan baik setelah kode iklan terpasang di blog publisher selama minimal tujuh hari. Algoritma RevenueHits membutuhkan waktu lebih lama untuk menentukan iklan terbaik pada blog publisher. Selama waktu tujuh hari tersebut, publisher diminta untuk tidak melakukan perubahan apapun atau melepas-pasang kode iklan.

Untuk mengetahui performa RevenueHits, saya langsung memasng dua format iklan, yakni pop-under dan banner. Namun, tujuh hari kemudian saya melepas iklan banner karena merasa khawatir CTR AdSense akan mengalami penurunan yang signifikan. Selain itu, dari uji performa selama tujuh hari, rate CPM iklan banner RevenueHits juga terlihat sangat rendah dibandingkan pop-under sehingga keputusan saya untuk melepasnya menjadi bulat.

Pengamatan impresi dan eCPM RevenueHits terus berlanjut. Ada kalanya eCPM memperlihatkan kenaikan, dan ada kalanya mengalami penurunan. Dua minggu kemudian (terhitung sejak pemasangan iklan) saya putuskan untuk melepas semua jenis iklan RevenueHits. Hal ini saya lakukan karena earnings yang saya dapat tidak kunjung memperlihatkan peningkatan berarti sebagaimana yang saya harapkan.

Seperti apa pengalaman saya menggunakan RevenueHits selama dua minggu? Silakan perhatikan screenshot statistik dibawah ini.

laporan penghasilan revenuehits
Laporan statistik RevenueHits – Agustus
laporan penghasilan revenuehits
Laporan statistik RevenueHits – September

Seperti terlihat pada screenshot statistik diatas, pada bulan September rate CPM memang mengalami peningkatan. Namun, secara keseluruhan masih jauh dari rate ideal.

Setelah saya melepas iklan banner, jumlah impresi iklan mengalami penurunan hingga 90%. Hal tersebut berimbas pada penghasilan akhir. Meski eCPM mengalami peningkatan, namun dengan impresi yang sangat rendah earnings tetap berada di level rendah.

Kesimpulan

Hasil yang didapat publishers terkadang berbeda satu sama lain. Hasil pengujian saya terhadap RevenueHits memang tidak sesuai espektasi, namun tidak berarti Anda akan mengalami hal yang sama. Nyatanya, tidak sedikit dari kalangan blogger di Tanah Air yang merasa puas dengan income yang mereka dapat dari RevenueHits.

Jika Anda tertarik untuk mencoba RevenueHits, Anda harus melakukan pengujian sendiri. Dengan begitu, Anda akan tahu hasil pastinya. Meskipun barometer penghasilan blog ditentukan oleh sejumlah faktor mendasar seperti halnya geografi pengunjung dan niche, namun terkadang dengan media yang hampir sama pun hasilnya terlihat sangat berbeda.

Klik DISINI untuk nedaftar akun publisher RevenueHits

Apabila pengalaman Anda tidak jauh berbeda dengan saya, silakan coba jaringan periklanan CPM terbaik PropellerAds dan adnety. Kedua jaringan periklanan tersebut memberikan hasil terbaik untuk saya.

Hosting Terbaik Indonesia

3 comments

  1. Dylan Reply

    Masih lebih baik cpx24.com masgan,, Ane kira lebih tinggi ratenya,, Saya sendiri fokus bikin blog indo dan jika ada yang lebih baik cpmnya kasih tahu saya gan,, Semoga agan makin sukses dan ganteng 🙂

  2. Eru Jogja Reply

    Sepertinya traffic blognya dari Indonesia ya? Pengalaman saya dengan traffic luar negeri dengan blog berbahasa Inggris hasilnya bagus. Bahkan untuk saya pribadi RevenueHits jadi sumber pendapatan terbesar kedua setelah Adsense.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*Hanya komentar relevan yg akan di publish; Gunakan nama Anda (no keywords), No spam!