Proses Identifikasi Membedakan Batu Mulia Asli dan Palsu

Fenomena batu mulia atau batu akik menciptakan sisi positif dan negatif bagi masyarakat. Sisi positifnya karena adanya aktivitas ekonomi dengan terjadinya transaksi jual-beli, sementara sisi negatifnya karena minimnya pengetahuan masyarakat dalam menganalisis keaslian batu sehingga tidak sedikit dari mereka yang menjai korban penipuan.

Bagi orang awam, sangat sulit untuk membedakan batu akik asli dan batu akik palsu mengingat tingkat kesamaan antara yang asli dengan yang palsu tidak terpaut jauh. Salah seorang geolog kenamaan bahkan menyebutkan, bahwa bentuk batu yang terlalu sempuarna justru harus diwaspadai oleh konsumen. Ia menambahkan, sulit menemukan batu dengan bentuk dan warna tanpa cacat sedikitpun, masyarakat harus benar-benar waspada akan hal ini.

Terdapat sekian banyak jenis batu mulia, namun demikian dari kesemuanya tidak ada standarisasinya, kecuali batu permata. Batu mulia seperti batu Safir, Rubi, Zamrud, dll. tidak bisa di standarisasikan. Mahal-murahnya batu-batu mulia tersebut lebih dikarenakan faktor suka atau tidaknya masyarakat terhadap batu mulia tersebut.

Sebuah batu dianggap mulia (gemstones) karena memiliki kandungan mineral langka. Beberapa jenis batu yang masuk dalam kategori ini diantaranya adalah batu safir, ruby, zamrud,  dan red eye. Sementara itu, jenis batu lainnya, seperti batu bacan, memiliki percampuran silikon dioksida dengan chrysocolla, dan kalsedon sehingga menjadikannya sebagai batu istimewa. Batu Bacan sendiri merupakan salah satu jenis batu akik yang berasal dari Indonesia tetapi juga ditemukan dinegara lain, seperti di Amerika dan Peru.

batu bacan doko
Batu Bacan Doko (Image: bukalapak) – Batu ini dibandrol Rp 25.000.000

 

Bagaimana cara memastikan keaslian sebuah batu? Berikut ini adalah tahapan untuk mengetahui batu mulia asli dan palsu:

1. Pengecekan Refraction Index (RI) dengan menggunakan refractometer. Semakin tinggi RI, maka semakin besar pula kejernihan dan kilauan batu tersebut.

2. Lakukan tes specific gravity atau SG. Ini dilakukan untuk mengukur berat kandungan mineral pada batu. Satu batu bisa mengandung banyak mineral, misalkan quartz yang terdiri atas mineral silikon dioksida atau aluminium oksida yang mengkristal serta membentuk corundum.

3. Menggunakan mikroskop untuk memastikan jenis atau nama batu, dimensi, bentuk, pemotongan, negara asal batu, dan treatment yang sudah dialami batu.

4. Semua hasil identifikasi dicantumkan dalam sertifikat.

Bagi Anda yang berencana melakukan sertifikasi batu mulia milik Anda sekaligus untuk memastikan keasliannya, Anda dapat menggunakan jasa sertifikasi batu mulia PT. Pegadaian. Informasi lebih lanjut dapat Anda baca di situs resmi Pegadaian.

Hosting Terbaik Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*Hanya komentar relevan yg akan di publish; Gunakan nama Anda (no keywords), No spam!