Fenomena Virus WannaCry dan Upaya Pencegahannya

Baru-baru ini masyarakat digemparkan oleh kemunculan malware WannaCry atau WannaCrypt. Malware ini menyerang banyak komputer diberbagai belahan dunia. Rusia sendiri menjadi negara dengan jumlah komputer terinfeksi paling banyak disusul Inggris yang berada diurutan kedua. Virus WannaCry menjadi ancaman serius bagi pengguna komputer pribadi hingga komputer perusahaan maupun organisasi.

wannacry
Screenshot komputer yang terinfeksi virus WannaCry

Apa itu WannaCry?

Wanna Cry adalah sebuah program ransomware spesifik yang melakukan penguncian terhadap data-data pada sistem komputer dan membiarkan korban hanya memiliki dua file. File tersebut berupa instruksi yang menjelaskan tentang apa yang selanjutnya harus dilakukan oleh user dan program Wanna Decryptor – nama lain dari virus Wanna Cry.

Jika user ingin agar data-data yang ada didalam komputer miliknya bisa kembali dibuka, maka pemilik komputer harus membayar sejumlah uang menggunakan bitcoin. Pembuat virus WannaCry meminta para korban untuk mengirimkan sejumlah uang sebagai imbalan. Namun demikian, Anda tidak boleh percaya begitu saja lantaran tidak ada jaminan data-data yang ada didalam komputer Anda dapat dikembalikan seperti semula setelah Anda memenuhi tuntutan mereka.

Cara kerja virus WannaCry

Virus WannaCry dapat bekerja akibat adanya kelemahan pada sistem operasi Microsoft Windows. Virus WannaCry banyak menjangkiti komputer berbasis Windows baik Windows versi lama maupun versi baru (Windows 2010 kebawah). Wannacry menginfeksi sebuah komputer dengan mengenkripsi seluruh file di komputer dengan memanfaatkan kelemahan yang ada pada layanan SMB, bisa melakukan eksekusi perintah lalu menyebar ke komputer Windows lain pada jaringan yang sama.

Cara mengatasi virus WannaCry

Untuk menghindarkan komputer Anda dari serangan WannaCry, Anda dapat menerapkan upaya pencegahan infeksi virus WannaCry sebagai berikut:

  1. Putus koneksi jaringan internet dengan mencabut kabel LAN dan atau matikan koneksi WiFi.
  2. Matikan Macros dan SMB Service, kemudian aktifkan Firewall Block Port 139, 445, 3389.
  3. Download Tools dan Security Patch secara manual dari komputer lain, simpan di USB flashdrive.
  4. Install Tools dan Security Patch yang sudah di download ke komputer target (korban).
    Jalankan full scan menggunakan antivirus dengan fitur Total Security yang uptodate.
  5. Lakukan backup data penting ke media penyimpanan lain yang aman dan bersih (tidak terinfeksi).

Dan bagi Anda yang membutuhkan bantuan atau panduan langkah-langkah teknis lebih detail, silakan menghubungi layanan bantuan yang disediakan oleh Kemkominfo melalui nomor  021 31925551, 021 31935556, atau melalui nomor ponsel 0815 6179 328.

Hosting Terbaik Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*Hanya komentar relevan yg akan di publish; Gunakan nama Anda (no keywords), No spam!