Program Ngeblog Saya Untuk Mendapatkan >20 Juta/Bulan

cara dapat uang dari blog - bloggerlamonganSalah satu kendala yang sering saya jumpai berkaitan dengan monetisasi blog tidak lain adalah faktor naik-turunnya penghasilan bulanan. Sisi kesulitan yang sesungguhnya ternyata tidak hanya dalam hal meningkatkan earnings, tetapi untuk menjaga stabilitasnya. Pada bulan-bulan tertentu penghasilan saya bisa lumayan tinggi, namun pada bulan-bulan lainnya income mengalami penurunan yang sangat signifikan. Hal tersebut lebih diperparah lagi dengan inkonsistensi CPC (Cost Per Click) dari program periklanan Google AdSense (GA) dimana sejauh ini GA merupakan penyumbang porsi terbanyak penghasilan saya dari blogging.

Berkaca pada wacana diatas, saya kemudian mencoba menggali sebuah ide guna menemukan solusi yang tepat. Akhirnya saya mendapatkan sebuah ide, apa yang harus saya lakukan untuk dapat meningkatkan serta menstabilkan penghasilan bulanan saya. Adapun jumlah income bulanan yang saya targetkan adalah sebesar Rp 20 juta/bulan (diluar blog-blog yang saat ini sudah saya monetisasi). Bagaimana saya bisa meraihnya? Simak terus artikel ini. Saya akan menjelaskan konsep serta tahapan demi tahapannya untuk bisa menghasilkan minimal Rp 20 juta/bulan.

Program Membuat Blog Baru Untuk Menghasilkan Rp 20 Juta/Bulan

Membuat beberapa buah blog baru merupakan pekerjaan yang akan saya lakukan. Hal ini memang tidak mudah, karena untuk membangun blog baru membutuhkan tenaga dan waktu. Namun, saya sudah mempertimbangkan sejumlah hal dan ini merupakan langkah yang harus saya ambil mengingat blog-blog yang saya miliki saat ini belum cukup untuk memberikan saya income secara stabil. Penyebabnya tentu beragam, mulai faktor niche, tata-kelola yang tidak maksimal, dan lain sebagainya.

Untuk mengejar target income Rp 20 juta//bulan sekaligus memastikannya bisa stabil, saya memutuskan untuk membuat 10 blog baru. Bagaimana proses pengerjaan kesepuluh blog tersebut? Apakah nantinya benar-benar bisa menghasilkan Rp 20 juta/bulan? Silakan simak uraiannya dibawah ini.

TAHAPAN I – Menentukan Niche

Hal pertama yang harus saya lakukan adalah menemukan niche/topik. Pastinya sahabat BloggerLamongan sudah pada memahami, pemilihan niche yang tepat amat penting untuk membuat serta memonetisasi blog. Meski kita bisa memilih niche apa saja, namun faktanya banyak kendala yang akan kita jumpai ketika kita tidak mempersiapkan niche secara tepat diawal kita akan membuat blog. Niche akan menjadi ukuran volume trafik, tingkat kesulitan optimasi, rentang waktu yang dibutuhkan untuk berhasil masuk ke top 10 Google Search, dsb.

TAHAPAN II – Menentukan Judul Artikel

Dengan menulis artikel ini, saya sudah berhasil mengumpulkan daftar niche yang akan saya pilih. Tugas saya selanjutnya adalah membuat daftar judul artikel dari masing-masing blog. Masing-masing blog akan berisi minimal 60 artikel dengan kandungan >600 kata/artikel. Blog-blog tersebut memiliki niche tersendiri. Adapun sebagian besar blog yang akan saya buat nantinya akan mengusung niche gadget. Mengapa niche gadget? Seperti kita ketahui bersama, masyarakat punya kecenderungan yang luar biasa terhadap gadget sehingga potensi trafik dari search engine sangatlah besar. Selain itu, berdasarkan pencermatan saya, niche gadget memiliki nilai jual yang lebih baik dibandingkan niche-niche tertentu, seperti niche sosial.

TAHAPAN III – Menentukan Jumlah Blog

Untuk dapat menghasilkan >20 juta per bulan tentunya dibutuhkan blog super atau alternatifnya dengan membuat banyak blog. Setelah melakukan berbagai pertimbangan, saya memutuskan akan membuat 10 buah blog. Jumlah blog ini sebenarnya masih dapat saya minimalisir, namun keputusan saya akhirnya jatuh diangka 10 buah blog guna mengantisipasi jika terdapat salah satu blog yang tidak bisa berkembang sesuai espektasi. Terkadang hasil penerapan dari suatu riset tidak sesuai gambaran awal, dan ini perlu saya antisipasi.

TAHAPAN IV – Menentukan Platform Blog

Niche dan daftar judul artikel sudah berhasil saya temukan. Langkah selanjutnya adalah menentukan platform blog. Dikarenakan saya akan membuat blog dalam jumlah yang banyak, maka saya memilih platform Blogger (blogger.com). Opsi ini saya ambil karena faktor biaya. Jika saya menggunakan platform WordPress self hosting, maka saya harus mengeluarkan banyak biaya untuk sewa hosting. Dengan sudah mempertimbangkan kelebihan serta kekurangan platform Blogger, saya memutuskan untuk menggunakan platform milik Google ini.

TAHAPAN V – Strategi Pembuatan Konten

Ini merupakan salah satu poin terpenting yang harus sudah dipikirkan sejak awal sebelum saya mulai mengerjakan proyek 10 blog. Dengan menargetkan 10 buah blog yang masing-masing berisikan 60 artikel dengan kandungan >600 kata/artikel bukanlah pekerjaan mudah. Bahkan tidak menutup kemungkinan disini saya akan mengalami kejenuhan jika tidak memiliki program pembuatan konten yang tepat. Untuk memastikan saya dapat memenuhi target, saya menargetkan pembuatan konten sebanyak 10 artikel/hari. Dengan target masing-masing blog berisikan 60 artikel, maka saya membutuhkan waktu 60 hari untuk bisa menyelesaikanya. Karena daftar judul artikel masing-masing blog sudah saya persiapkan diawal, maka proses penulisan artikel saya rasa akan berjalan lebih mudah.

Beberapa tahapan awal sudah dipersiapkan secara matang. Pada fase berikutnya saya akan melewati tahapan strategi optimasi termasuk SEO serta estimasi waktu yang dibutuhkan untuk mendapatkan trafik kunjungan dari search engine. Pada umumnya, ini merupakan bagian dimana seorang blogger akan mengalami kejenuhan tingkat tinggi karena trafik yang diharapkan tidak juga terlihat.

Sebagai catatan, mendatangkan pengunjung dari mesin pencari itu membutuhkan proses dan waktu, jadi tidak perlu merisaukan hal tersebut. Yang harus saya lakukan adalah tetap fokus dengan pekerjaan, tiba waktunya trafik pasti akan mulai kelihatan.

TAHAPAN VI – Strategi Optimasi Blog

Penting untuk diketahui, besaran volume trafik sebuah blog bergantung pada sejumlah poin pokok yang pada dasarnya hal tersebut tidak akan banyak mengalami perubahan. Strategi optimasi atau implementasi SEO itu bergantung pada tiga hal, sebagai berikut:

1. Jumlah volume pencarian
2. Jumlah volume persaingan
3. Kualitas blog (artikel)

Baca artikel: Cara reset keyword blog

Secara logis, untuk dapat mendatangkan trafik dalam jumlah yang besar, maka sudah barang tentu saya harus memilih niche dengan jumlah pencarian besar, seperti niche gadget. Sementara itu, volume persaingan akan menentukan cepat-lambatnya situs blog kita masuk halaman pertama search engine. Selanjutnya, salah satu poin yang sangat menentukan ukuran trafik suatu blog adalah kualitas blog itu sendiri. Jika blog tersebut memenuhi standar blog berkualitas yang diantaranya berisikan artikel unik, padat, serta berguna bagi pembacanya, maka trafik blog tersebut pasti akan mencapai angka maksimal.

Strategi optimasi yang akan saya terapkan merujuk pada tiga hal tersebut diatas. Sementara untuk faktor-faktor penunjang lainnya, seperti link building akan saya kerjakan secara manual dengan memprioritaskan pada sisi relevansi serta kualitas.

Berdasarkan uraian diatas, saya berharap dalam rentang waktu lima bulan kemudian masing-masing dari kesepuluh blog yang saya buat dapat meraih trafik >5000 UV dan 10.000 PV per hari. Jumlah pageview dua kali lipat dari jumlah visitor merupakan hal yang sangat realistis. Jika kita bisa menyajikan artikel yang berguna bagi pembaca, maka berdasarkan pengalaman saya setidaknya setiap pengunjung akan membuka 2 halaman per kunjungan. Seperti halnya BloggerLamongan.com yang bahkan memiliki pageview hingga 6 kali lipat dari total jumlah pengunjung.

TAHAPAN VII – Strategi Monetisasi Blog

Setelah masing-masing blog berhasil mendapatkan 500 pengunjung per hari, maka proses monetisasi akan mulai saya terapkan. Disini saya akan menggunakan empat jaringan periklanan berbasis PPC (Pay Per Click) dan CPM (Cost Per Mile). Keempat jaringan periklanan tersebut adalah GA untuk PPC, adnety, PopCash, serta PropellerAds untuk ad networks berbasis CPM. Saya memilih keempat jaringan periklanan tersebut setelah melalui proses penyaringan serta pembuktian selama beberapa bulan untuk PropellerAds, adnety, dan PopCash. Sementara untuk GA saya sudah menjadi publisher aktif selama bertahun-tahun, tepatnya enam bulan setelah saya menekuni blogging. Keempatnya merupakan jaringan periklanan online terbaik saat ini selain program afiliasi.

FASE MONETISASI

Seperti saya jelaskan diatas, target pengunjung serta pageview harian untuk masing-masing blog adalah sebanyak 5000 UV dan 10.000 UV. Volume trafik tersebut tentunya tidak bisa terealisasi dalam kurun waktu singkat. Ia akan berjalan secara bertahap.

▸ 5 Bulan Pertama
Dalam rentang waktu 5 bulan setelah blog rampung dibuat dan berisikan 60 artikel, estimasi volume trafik berkisar diangka 500-an/hari.

▸ 8 Bulan Pertama
Dalam tiga bulan kemudian, trafik kesepuluh blog tersebut akan memperlihatkan peningkatan trafik antara 1500 – 3000.

▸ 12 Bulan Pertama
Setelah blog-blog tersebut masuk usia 1 tahun, trafik kesepuluh blog tersebut akan mencapai angka maksimalnya, yakni sekitar 5000 pengunjung/hari.

KALKULASI MONETISASI

Untuk dapat menghasilkan > Rp 20 juta/bulan, maka secara matematis setiap blog harus bisa menghasilkan Rp 2 juta per bulan.

Pertanyaanya, bisakah blog lokal menghasilkan Rp 2 juta/bulan dengan kisaran trafik 5000/hari?

Bergantung pada niche yang Anda pilih, namun pada umumnya hal ini sulit dicapai. Lalu bagaimana saya bisa yakin bahwa kesepuluh blog yang saya kelola masing-masing akan mendapatkan Rp 2 juta/bulan?

Sebelum memutuskan untuk merealisasikan proyek 10 blog ini saya sudah melakukan beberapa tahap pengujian. Berdasarkan studi kasus selama beberapa bulan, saya bisa menghasilkan Rp 2 juta/bulan dari satu blog dengan kisaran trafik 5000-an/hari. Yang saya lakukan adalah dengan menggunakan empat jaringan periklanan berbeda di blog tersebut, dan empat jaringan periklanan tersebut adalah GA, adnety, PopCash, dan PropellerAds.

Dalam hal ini banyak yang meyakini, bahwa monetisasi blog akan menuai hasil maksimal hanya ketika blog tersebut memasang satu jaringan periklanan. Opini tersebut memang benar, namun terdapat sejumlah kondisi yang akan memberikan hasil berbeda.

GA memiliki keunggulan dalam sisi impresi iklan dan besaran CPC, dan sisi kekurangannya adalah sering menunjukkan inkosistensi besaran CPC dan CTR. PropellerAds memiliki keunggulan pada rate CPM dan tersedianya Dialog Ads yang hanya muncul saat blog diakses melalui perangkat mobile (iklan lain dalam blog yang sama tidak akan terpengaruh CTR-nya), adnety memiliki kelebihan pada sisi rate CPM, dan PopCash menjadi pelengkap dari ketiganya. Secara keseluruhan, PopCash tidak banyak menawarkan keistimewaan, namun saya tetap menggunakannya karena jaringan periklanan ini juga tetap memberikan profit.

ESTIMASI PRESENTASE PENGHASILAN DARI MASING-MASING AD NETWORK

GA: Rp 900.000
Dengan total trafik bulanan sebanyak 150.000 pengunjung dan 300.000 pageview, sementara CTR berada di level 1 persen dan besaran CPC Rp 600, maka penghasilan dari GA sebesar Rp 900.000/bulan.

adnety: Rp 400.000
Selama menjadi publisher adnety, rata-rata eCPM yang saya dapat adalah $0.63 atau jika dikonversi ke rupiah sekitar Rp 6.300. Meski jumlah pengunjung akumulasi dalam satu bulan mencapai 150.000 orang, namun pada prakteknya impresi iklan adnety berada dibawah angka tersebut. Salah satu penyebabnya adalah dikarenakan saya menggunakan jaringan periklanan berbasis CPM lebih dari satu dalam blog yang sama. Jadi, dengan bermodalkan trafik 150.000 orang per bulan, penghasilan dari adnety saya patok sebesar Rp 400.000.

PropellerAds: Rp 500.000
Sepanjang menggunakan PropellerAds, ad network yang satu ini memiliki keunggulan pada sisi impresi iklan dan rate CPM. Berdasarkan statistik trafik sebagaimana dijelaskan diatas, saya mematok minimum earnings dari jaringan periklanan yang berbasis di UK ini sebesar Rp 500.000/bulan.

PopCash: Rp 200.000
Pada dasarnya PopCash juga menawarkan rate CPM yang lumayan tinggi, sayangnya hal tersebut tidak dibarengi dengan impresi yang tinggi pula. Dibandingkan PropellerAds, jumlah impresi iklan PopCash relatif rendah sehingga penghasilan dari PropellerAds cenderung lebih tinggi dari PopCash. Dengan berpertimbangan pada impresi iklan yang terbilang rendah, saya menargetkan Rp 200.000/bulan dari PopCash.

Dari pemaparan diatas, sebenarnya saya bisa menghasilkan lebih dari Rp 20 juta/bulan dengan statistik 150.000 UV/bulan untuk masing-masing blog. Namun, seperti yang saya sebutkan, saya tidak ingin over dalam menentukan target karena ini merupakan program berjangka panjang. Saya harus bisa memastikan pekerjaan ini nantinya benar-benar akan membuahkan hasil, dan menentukan target di level aman merupakan sebuah keharusan.

Nah, itulah program 10 blog untuk Rp 20 juta/bulan yang akan mulai saya kerjakan. Seperti apa nanti hasilnya? Tunggu update artikel ini, semoga hasilnya sesuai espektasi.

Hosting Terbaik Indonesia

4 comments

  1. Saryadi Reply

    Baru mengerjakan 4 blog aja sudah tele2…apalagi 10 blog..tambah mumet..

  2. Mustika Reply

    Duh mas, semangat anda tinggi sekali. Semoga semangat ane nggak gugur karena visitor masih kurang

  3. ujos Reply

    cara daftar GA, adnety, dll itu gmn gan? maap newbie
    salam saya juga dari lamongan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*Hanya komentar relevan yg akan di publish; Gunakan nama Anda (no keywords), No spam!